Peningkatan Hasil Belajar IPA Tentang Perkembangbiakan Makhluk Hidup Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas VI SDN Purworejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo
Abstract
Proses pembelajaran memegang peranan penting dalam konteks persekolahan yang merupakan suatu institusi formal yang mendayagunakan berbagai komponen atau sumber daya pendidikan secara maksimal. Guru ditantang untuk dapat menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal sehingga hasil belajar yang memuaskanpun dapat dicapai. Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang IPA khususnya pada kompetensi dasar Perkembangbiakan Makhluk Hidup sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 54,38. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan Model Pembelajaran IMPROVE yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar IPA melalui metode Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas VI SDN Purworejo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar IPA kompetensi dasar Perkembangbiakan Makhluk Hidup ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 68,38; siklus II 75,94; dan siklus III 82,50. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 75,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
References
Ahmad, Muchlis Amrin. 2009. Cara Belajar Cerdas dan Efektif Bukan Keras dan Melelahkan. Yogyakarta: Garailmu.
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 2007. Model Penilaian Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Depdiknas. 2007. Panduan Pengelolaan Sekolah. Jakarta: Dirjend Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Djunaidi Ghony.2008. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: UIN Malang Press.
Melvin L. Siberman. 2009. Active Learning. Bandung: Nusamedia.
Miles, M. B., & Hubermen, A. M. 1984. Analisis Data Qualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Marno & Idris. 2008. Strategi & Metode Pengajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Nurhadi, & Senduk, G., A., 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.
Utami Munandar. 2002. Kreativitas & Keterbakatan Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif & Bakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Winfred F. Hill. 2009. Theories of Learning. Bandung: Nusa Media.
WJS. Purwo Darminto. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Copyright (c) 2022 JMM

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views : 91



