Peningkatan Hasil Belajar Menyunting Karangan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (Ops) Siswa Kelas Ix B Smp Negeri 1 Kecamatan Sambit
Abstract
Permasalahan yang muncul di Kelas IX B SMP Negeri 1 Kecamatan Sambit adalah siswa kurang menguasai konsep Menyunting karangan. Seharusnya siswa Kelas IX B pada telah memahami materi ajar Bahasa Indonesia, khususnya penguasaan konsep Menyunting karangan. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 45,83% siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Kecamatan Sambit belum memahami konsep Menyunting karangan. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 50,63 dan 45,83% siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 75, serta adanya data hasil observasi bahwa siswa kurang tertarik terhadap pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 40 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan penguasaan konsep Menyunting karangan melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Bahasa Indonesia melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawasan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Menyunting karangan dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 70,63, siklus II 76,88, dan siklus III 83,33. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 62,50%, siklus II 79,17% dan siklus III 100%.
References
Abdurrahman, M., & Bintoro, T. 2000. Memahami dan Menangani Siswa dengan Problema dalam Belajar : Pedoman Guru. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP, Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Dirjen Dikdasmen, Departemen Pendidikan Nasional.
Hamalik, O. 2002. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nasution, S. 1988. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Penerbit Tarsito
Nurhadi, & Senduk, G., A., 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang
Noehi, Nasution. 1999. Evaluasi Pengajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.Suyatno. 2008. Diposting 04.46.00
Soekamto, H. 2001. Peranan Strategi Pembelajaran yang Menekankan pada Aktivitas Siswa dalam Meningkatkan Minat dan Prestasi Siswa Mata Pelajaran IPS-Geografi. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah. Vol. 3 No. 9, 10.
Winkel. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.
Zuriah, N. 2003. Penelitian Tindakan dalam Bidang Pendidikan dan Sosial. Edisi Pertama. Malang: Bayu Media Publishing.
Copyright (c) 2021 JMM

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views : 55



