Peningkatan Hasil Belajar Membedakan Berbagai Bunyi Bahasa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas I SDN 1 Muneng Kecamatan Balong
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan kompetensi dasar Membedakan berbagai bunyi bahasa melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas I, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut: Meningkatkan hasil belajar Membedakan berbagai bunyi bahasa melalui metode Elaborasi Siswa Kelas I SDN 1 Muneng Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar Membedakan berbagai bunyi bahasa ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 68,81; siklus II 75,24, dan siklus III 81,43. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 71,43%, siklus II meningkat menjadi 80,95%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
References
BSNP. 2007. Model Penilaian Kelas. Jakarta : Dirjen Dikdasmen Depdiknas.
BSNP. 2007. Pedoman Penilaian Hasil Belajar. Jakarta : Dirjen Dikdasmen Depdiknas.
Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka.
Ghony, Djunaidi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Malang : UIN Malang Press
Hamalik, Oemar. 2006. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Uno, Hamzah. 2006. Strategi Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Copyright (c) 2018 Jurnal JUREVDIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views : 127




