Peningkatan Kinerja Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Kegiatan Workshop Di SMK Negeri Ngasem Kabupaten Bojonegoro
Abstract
Kenyataan dilapangan guru dalam menetapkan KKM tidak berdasarkan analisis dan tidak memperhatikan prinsip serta langkah-langkah penetapan, oleh karena itu perlu ada kegiatan pada awal tahun pelajaran yang dapat memberikan informasi kepada guru yang dijadikan pedoman dalam penetapan KKM. Sudah saatnya sebagai guru yang profesional apalagi sudah lulus sertifikasi seyogianya terus meningkatkan kompetensinya, termasuk di dalamnya dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM tidak ditetapkan secara ngawur dan sembrono. Pendidikan melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Melalui workshop yang diadakan di SMK Negeri Ngasem Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru-guru yang mengajar di SMK Negeri Ngasem Kabupaten Bojonegoro terutama dalam menetapkan KKM. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) sekaligus sebagai sarana pengembangan profesinya (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru), PTS merupakan penelitian yang berawal dari permasalahan sekolah, diselesaikan melalui tindakan spesifik dari gagasan peneliti untuk menyelesaikan permasalahan sekolah. Instrumen penelitian meliputi angket, lembar observasi, dan hasil kinerja guru, dengan analisis data kualitatif sederhana dengan melihat lembar observasi pada saat pelaksanaan workshop berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal melalui pembinaan berupa Workshop di SMK Negeri Ngasem Kabupaten Bojonegoro dari siklus I ke siklus II telah mencapai target minimal yang telah ditetapkan yakni 85 %, artinya 85 % guru telah efektif dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal.
References
http://www.wijayalabs.com untuk memperingati hari guru dengan tema “Peran Guru dalam Mencerdaskan Bangsa”.
http://www.sman5-sukabumi.sch.id/kurikulum/info-akademik/215-konsep-penelitian-tindakan-sekolah-pts
Mathis dan Jackson . 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Salemba Empat.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar danMenengah Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, Jakarta, 2006.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Jakarta, 2006.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 tahun 2006 tentang RincianTugas Unit Kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah. Jakarta: Direktorat Jenderal ManajemenPendidikan Dasar dan Menengah.
Popham,W.J., (1999). Classroon Asessment: What teachers need to know. Mass: Allyn-Bacon.
Sudibyo, Bambang. 2004. Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Sungkowo M, 2004. Perangkat Penilaian Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Jakarta: Fokus Media.
Copyright (c) 2021 JUREVDIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views : 59




