Penerapan Metode Maternal Reflektif Untuk Meningkatkan Kemampuan Bicara Bagi Anak Tunarungu Klas III SLB Pancaran Kasih Mejayan Kabupaten Madiun Tahun Pembelajaran 2015 – 2016
Abstract
Keberhasilan siswa tunarungu dalam berkomunikasi dipengaruhi oleh kemampuan siswa membaca ujaran sebagai sarana penerimaan, serta kemampuan bicara sebagai cara pengungkapan diri. Kemampuan bicara akan maksimal jika siswa dapat mengadakan refleksi atas bahasa yang sudah mereka miliki sehingga dapat menemukan sendiri aturan bahasa. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan bicara siswa kelas III SLB Pancaran Kasih Mejayan Tahun Pelajaran 2015-2016. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode maternal reflektif dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III semester I di SLB Pancaran Kasih Mejayan Tahun Pelajaran 2015-2016. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Data penelitian yang digunakan melalui tes hasil belajar dan pengamatan (observasi) terhadap aktivitas siswa dengan subyek penelitian berjumlah 5 siswa. Teknik analisa data secara deskriptif dengan desain penelitian menggunakan 3 siklus. Tiap siklus terdapat tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Melihat hasil dari studi awal angka ketuntasan masih rendah setelah diadakan perbaikan ada peningkatan yaitu nilai rata-rata pada siklus I sebesar 51 ketuntasan masih 40 % dan siklus II sebesar 63,6 dan ketuntasannya 60 %. Sedangkan pada siklus III nilai rata-rata sebesar 77,8 dan ketuntasan 80 %. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu ada kenaikan pada siklus 2 dibanding siklus 1 yaitu sebesar 12,6 dan siklus 3 lebih meningkat dibandingkan siklus 2 yaitu sebesar 14,2. 2) Terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang dapat dibaca pada lembar observasi. Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode Maternal Reflektif diharapkan lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa tunarungu di kelas III SLB Pancaran Kasih mejayan.
References
Budinuryanta dkk,1999, Pembelajaran Keterampilan Berbahasa modul 1-9, Jakarta, Departemen Pendidikan dan kebudayaan
Haryadi dan Zamzani, 2000, Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia, Departemen pendidikan dan kebudayaan Direktorat jenderal pendidikanTinggi
Henry Guntur Tarigan,2008, Berbicara: sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung, Angkasa
Materi Pelatihan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional, 1999/2000, Jakarta, Departemen Pendididkan dan Kebudayaan
Puji santoso dkk, 2006, Materi dan pembelajaran Bahasa Indonesia SD, Jakarta, Universitas Terbuka
St.Y.Slamet dan Amir,1996, Peningkatan Ketrampilan Berbahasa Indonesia ( Bahasa Lisan dan Bahasa Tertulis ), Surakarta,Universitas Sebelas Maret
Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar SDLB Tunarungu, 2006, Jakarta, Departemen Pendidikan Nasional
Standart isi,Standar Kompeteni Lulusan dan Penyusunan KTSP Tunarungu , 2006, Jakarta, Departemen endidikan Nasional
Sutjihati Somantri, 1996,Psikologi Anak Luar Biasa, Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru
Copyright (c) 2019 JRP

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views : 121




